Blogramadotnet

Beranda » Jarang di temukan » Bahasa Inggris, Bahasa yang Optimis

Bahasa Inggris, Bahasa yang Optimis

Buka-Bukaan

  • 36,554 hits
Maret 2013
S S R K J S M
« Feb   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 418 pengikut lainnya


ingrris

Bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa yang paling optimis oleh para ilmuwan. Setidaknya demikian hasil studi Chris Danforth, asisten professor matematika University of Vermont. Secara keseluruhan, kata-kata dalam bahasa Inggris yang ia jelaskan sebagai atom-atom bahasa, cenderung lebih bersifat positif ketimbang negatif.

Danforth dan timnya mengompilasi 5000 kata yang paling sering digunakan dalam empat sumber media. Media tersebut berasal dari dua dekade materi yang dipakai di Koran New York Times, Twitter, manuskrip Google Books, dan lirik music sejak tahun 1960 hingga 2007. Total semuanya ada 10.222 kata. Mereka menggunakan layanan bernama Mechanical Turk untuk mengevaluasi setiap kata yang dipakai oleh 50 orang berdasar skala 1 hingga 9. Angka 1 mewakili yang paling tidak bahagia, 5 netral, dan 9 adalah yang paling bahagia.  Hasilnya, rata-rata skor adalah 6, di mana mereka cenderung bersikap positif dan optimis.

Beberapa kata-kata yang sangat berotientasi positif (“pleasure,” “comedy” “love”) dan yang berorientasi sangat negatif (“terrorist,” “rape”, “cancer”) sangat jarang diucapkan, jauh dari skala. Sementara kata netral seperti “the” atau “and” mencapai skala 5.

“Bahasa Inggris berkembang dalam masyarakat yang bisa dibilang sukses, dan ada banyak alasan di baliknya. Salah satu di antaranya adala kita mampu berkomunikasi satu sama lain dengan cara yang baik dan menghasilkan sesuatu yang baik,” jelas Danforth.

Sementara menurut Peter Sheridan Dodds, profesor matematika di University of Vermont, kata-kata negatif memang jarang diucapkan tapi jauh lebih bermakna. Kita tidak mengucapkannya terus-menerus, sebab merasa layak untuk menghindarinya.  Sebaliknya, kita sering mengucapkan ‘Have a nice day,’ cukup sering, dan terpengaruh untuk bersikap positif.

Dodds dan Danforth mendesain sensor kebahagiaan yang disebut “hedonometer,” yang dipasang di Twitter dan sumber kata lain untuk mengukur populasi mood secara real time.
Source :  MERRY MAGDALENA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blogramadotnet

Foto-foto Flickr

La voie lactée

• A Storm At Sea For The Birds And Me •

Frozen lake

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: